Archive | November, 2009

The world will go NAKED

25 Nov

Selesai membaca e-book Seth Godin -Who’s There-, saya serasa mendapat “badai otak” yang sesungguhnya. Saya langsung memperbaiki blog pribadi saya yang tadinya diisi dengan posting-posting tidak bermanfaat.

Entah sejak kapan, dunia ini berubah menjadi “telanjang”. Sekarang semua seolah dituntut untuk menanggalkan topeng dan bersikap jujur dalam menjalankan bisnis. Tipuan-tipuan yang tadinya berhasil di jaman dulu sekarang tersingkir oleh kejujuran dan sikap apa adanya – yang diterapkan oleh pengusaha-pengusaha jaman modern.

Proses seleksi berlangsung secara alamiah. Pebisnis dan pengusaha yang masih tidak mau memahami aturan main akan terpental dengan sendirinya, karena di masa sekarang ini kuantitas orang-orang yang berganti titel dari karyawan menjadi bos kian marak. Itu berarti persaingan kian ketat.

Pilihan menjadi amat beragam bagi konsumen, dan hal ini menjadikan konsumen dengan sendirinya menyeleksi yang terbaik. Mutu dan kualitas pelayanan yang baik akan dielu-elukan sementara yang buruk akan jatuh ke dasar jurang.

Semua serba cepat, cepat tapi bukan instan. Memahami apa yang ditawarkan teknologi saat ini dan apa yang dicari oleh audience kita mungkin adalah tindakan yang harus secepatnya dilakukan. Karena seperti dikatakan Seth Godin, dunia sekarang membentuk clutter, lautan audience yang bebas untuk memilih atau menenggelamkan kita.

The neon lamp

18 Nov

Kamar mandi di rumah saya bukanlah kamar mandi mewah, bahkan tidak bisa dibilang nyaman. Kloset jongkok, bak mandi dan gayung serta lampu neon panjang yang kalau listrik tidak stabil hanya kedap-kedip tak mau menyala. Sangat tradisional.

 

Sore itu saya pulang, seusai keliling naik motor seharian bersama suami, berjuang menawarkan bisnis kami yang baru seumur jagung. Menghadapi berbagai ketidakpastian dan sebagian malah penolakan.

 

Lelah, kecewa dan hampir putus asa.

 

Saya memutuskan untuk masuk ke kamar mandi dan mengguyur semua perasaan gundah saya. Tombol lampu ditekan, namun kamar mandi tetap gulita. Lampu itu tidak menyala.

Karena paham betul karakteristik lampu itu-yang sering membutuhkan waktu panjang untuk berpikir sebelum akhirnya menyala terang, saya pun masuk ke kamar mandi.

Namun lampu itu tak kunjung menyala. Saat saya berpikir untuk memvonis mati si lampu, mendadak muncul semburat merah di ujung-ujung lampu. Berarti lampu itu tidak putus.

 

Saya kembali diam dan menunggu, si lampu mulai berkedip-kedip, berusaha untuk menyala. Lama sekali ia mengerjap, seperti seseorang yang berusaha keras untuk bangun dan membuka mata.

Akhirnya, dengan semangat ia pun menyala. Dan entah bagaimana caranya, nyala lampu itu berbicara kepada saya;

bahwa menyerah bukanlah pilihan saya saat ini. Seperti lampu itu yang pelan-pelan menyeruak untuk menjadi cahaya, usaha saya pun akan bersinar jika saya tidak menyerah dan meninggalkannya.

 

Proses memang yang paling berat. Tanpa proses, lampu itu tak akan menyala terang.

Dan selama lima menit yang amat berharga, lampu itu berbicara pada saya supaya saya terus berjuang,

konsisten pada diri sendiri dan konsisten pada perjuangan saya. Karena baik atau buruk, perjuangan saya pasti ada hasilnya

3 Things To Do When You’re Super Down

16 Nov

Three things to do when you’re super down:

 

1. Believe that everything is going to be fine

Try to believe that eventually everything will turn out all right. Wheels will keep on spinning, ups will go down and downs will go up. Bad things will turns into good ones once we already have the strength and experience we needed to accept them.

 

2. Giving all your best

Instead of mourn and feeling bad all day, it would be wiser if we put extra efforts on our jobs. It’s not easy, but it will make you feel better afterwards. I’ve tried this and it is worth the efforts.

 

3. Pray and stay

When having a hard time, people often wonder why God could be so mean, why is God doing nothing and answered nothing for their problems. I once wondered if God would feel much more depressed than we do because maybe He had to remain silent for us, to make us grew wiser and stronger in facing our problems. I always believe that He isn’t blind, and He never sleeps. He always listens and He knows what best.

That’s why; do not stop praying. Stay right where you are and don’t walk away on God because He never walk away on us.

Dua puluh ribu

14 Nov

Apa sih arti uang dua puluh ribu? Saya juga tidak pernah memikirkannya sampai suatu hari di P6–angkutan umum yang biasa saya naiki dari Grogol menuju Cawang (ketika trayeknya belum berubah menjadi Grogol-Kampung Rambutan)-ada anak kecil dan Ibunya yang pengamen. Mereka bernyanyi sepanjang jalan dan berhenti ketika bus sudah mendekati daerah Pancoran.

Saat mereka menyodorkan wadah plastik bekas kemasan permen, lebih banyak penumpang yang hanya memberi senyum dan kata maaf dibanding memberi receh. Entah kenapa pada saat itu, lembaran hijau dua puluh ribu rupiah yang diangsurkan seorang penumpang kepada kenek bus memberikan lebih dari sekedar pemikiran ke dalam benak saya.

Pecahan20000rupiah

Betapa mudahnya lembaran hijau itu sehari-hari berpindah tangan dari dompet saya ke tangan penjual pernak-pernik aksesoris sementara mungkin ada satu keluarga kecil yang berusaha bertahan hidup hari ini hanya dengan selembar uang dua puluh ribu itu.

Betapa ironis kadang di saat orang tidak menyadari dan hanya memikirkan kesenangan belaka, mereka tidak lagi merasakan iba dan prihatin terhadap sesamanya yang betul-betul membutuhkan.

 

Hanya selembar kertas hijau, yang mungkin hanya cukup untuk sekali makan di mal tapi bisa memberi nafkah untuk orang lain. Itulah mengapa saya percaya bahwa hal kecil yang kita lakukan mungkin bisa berarti besar bagi orang lain 🙂