Jangan lupa untuk “mencicipi” orang lain

17 Mar

Beberapa bulan ini tugas memasak untuk makan sehari-hari terpaksa dipercayakan ke saya. Setiap kali memasak dan mencicip makanan, lidah saya selalu merasa sudah oke, sudah persis dengan yang dibuat oleh ibu saya.

Kemudian beberapa minggu yang lalu pada saat ada event dimana makanan harus dimasak tujuh rupa, ibu saya turun tangan. Pada saat saya mencicipi makanannya, saya baru sadar ternyata rasa yang saya pikir sama selama ini adalah totally hallucination!

Masakan Ibu saya benar-benar menceritakan pengalaman dan skill yang belum saya kuasai. Kemudian saya berpikir;

Dalam profesi apapun, sepanjang apapun tempo kita melakoninya, ada baiknya berhenti sebentar dan meluangkan waktu untuk kembali “mencicipi” sedikit saja dari seseorang yang lebih ahli dan berpengalaman. Bukan untuk meniru atau menyamakan karya, tapi untuk beristirahat dari rasa puas diri dan mengosongkan gelas kita.

Puas diri hanya akan mengantarkan ke kesombongan dan comfort zone yang menghalangi kerja keras untuk menjadi lebih baik.

2 Responses to “Jangan lupa untuk “mencicipi” orang lain”

  1. Dwi April 2, 2011 at 15:11 #

    So true.. ^__^ when you feel like you are on the top, u most likely will think too high of yourself and then stop improving.

    Btw, mesti sering-sering masak tuh.. biar skillnya makin terasah. ^__^

    • singingbelly April 4, 2011 at 14:37 #

      Iya nihh.. makanya lagi sering latian buat improve skillnya.. hehehehe. Main ke http://www.eggknock.blogspot.com aja kalo mo bareng-bareng nyobain resep ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: